- Panjang gelombang, hal ini akan menghasilkan warna cahaya yang berbeda-beda;
- Amplitudo, akan mempengaruhi kecerahan cahaya;
- Polarisasi, sudut cahaya.
Secara umum, terdapat dua pengukuran cahaya yang masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan:
- Incident metering, Untuk mengukur cahaya yang jatuh ke objek dengan menggunakanlight meter menghadap ke kamera. Metering ini tidak peduli seberapa banyak cahaya yang dipantulkan dari objek. Sobat harus mengukur cahaya yang berasal langsung dari matahari (bila outdoor) dan membias ke objek.
- Kelebihannya, memberikan pengukuran cahaya yang lebih akurat karena menangkap jumlah pasti cahaya yang datang dari sumber cahaya yang menerangi objek.
- Kekurangan, pengukuran ini sangat tergantung dengan jarak sobat (distance). Light meter harus berada pada posisi yang sama dan objek foto menjadi acuan jarak yang digunakan. Hal ini sangat sulit bila kita berada dalam situasi pemotretan atau sedang melakukan fotografi landscape dimana jarak dari objek terbatas.
2. Reflective Metering, mengukur cahaya yang dipantulkan oleh objek foto. Semua kamera TTL (Through The Lens), termasuk analog menggunakan prinsip reflective metering.
- Kelebihan, memberikan pengukuran cahaya yang cepat dan mudah dari objek foto untuk mendapatkan exposure umum dengan kamera analog sobat.
- Kekurangan, Objek yang memiliki warna lebih terang pada light meter sobat, mencerminkan terlalu banyak cahaya. Sehingga sobat akan mengalami overexposure. Jika terdapat sejumlah cahaya yang mendominasi atau objek dengan warna terang,reflective metering akan "tertipu" dan tidak akan memperhitungkan perbedaan pantulan antara warna terang dan warna gelap, maka sobat akan mengalami underexposure dan hasilnya agak datar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar